Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

Artis Yang Dulunya Pernah Jadi Gelandangan dan Miskin

Artis Yang Dulunya Pernah Jadi Gelandangan


Artikel Unik |


(Foto: Zimbio)

LOS ANGELES- Tak semua artis meraih kesuksesan dengan mudah. Banyak rintangan dan perjalanan pahit yang mereka jalani sebelum akhirnya mencapai popularitas dan hidup mewah.

Perjuangan penuh liku itu juga harus dilalui para pesohor Hollywood. Bahkan, beberapa diantara mereka sampai ada yang hidup tanpa rumah dan menggelandang. Mereka juga pernah kelaparan dan tak makan karena hidup dalam kemiskinan.

Namun, berbekal semangat dan bakat luar biasa, mereka akhirnya bisa meraih puncak karier dan merengkuh sukses. Kisah hidup mereka tentu bisa menjadi motivasi dan pelecut bagi siapa saja yang coba meraih mimpinya.

Seperti dikutip dari Zimbio, Jumat (18/11/2011), inilah artis yang pernah hidup miskin dan pernah tak memiliki rumah sebelum menjadi kaya raya.

Shania Twain
okezone.com
Shania Twain (Foto: Ist)

Keluarga Shania Twain boleh dibilang sangat miskin sehingga mereka kadang tak punya makanan. Pada tahun 1979 saat Shania berusia 14 tahun, ibunya mengantarnya ke Toronto. Disana, Shania tinggal di penampungan bersama kedua kakaknya. Sejak umur 8 tahun, Shania mulai bernyanyi untuk mendapatkan uang tambahan.

Selma Blair

Pada tahun 2011, Selma Blair mengaku ketika berusia 21 tahun, dia pernah tinggal di sebuah penampungan di New York. Namun, saat itu dia mulai merintis kariernya sebagai model.

"Aku menabungkan uangku agar bisa terus menyewa tempat penampungan itu," katanya.

Jim Carrey
Jim putus sekolah untuk membantu keluarganya memenuhi kehidupan sehari-hari. Dia mengambil pekerjaan apa saja yang ditawarkan kepadanya. Termasuk menjadi seorang petugas kebersihan di sebuah pabrik roda. Bintang film The Mask itu tinggal di mobil van VW bersama keluarganya sementara waktu. Dia juga kadang memilih berkemah di halaman belakang rumah kakaknya.

Sylvester Stallone

Sebelum terkenal, Stallone mengaku pernah menjadi bintang film porno. "Aku bangkrut dan pada dasarnya aku tidur di sebuah stasiun bus pelabuhan selama tiga minggu. Lalu aku membaca tentang produksi film The Party at Kitty and Studs yang membayar USD 100 sehari," katanya.

Rose McGowan

rose mcgowan


Rose pernah mengatakan kalau dia pernah menjadi seorang tunawisma. "Aku tunawisma beberapa tahun dan aku bekerjasama dengan gadis lain yang aku temui di jalanan. Kami menjelajahi seluruh wilayah Oregon dan Washington dan kadang tidur di klub malam di Portland," kenangnya.





Heather Mills
56866437-heather_mills.jpg

Heather Mills mengaku pernah lari dari rumah ketika masih 15 tahun dan bergabung dengan sebuah karnaval di Inggris. Dia tidur beralaskan kardus di sebuah stasiun selama empat bulan.

Jewel
Jewel menghabiskan waktu remajanya di sebuah mobil van di San Diego sebelum akhirnya bertemu seorang produser rekaman.
"Aku menggunakan sabun tangan untuk sampo," katanya.

Halle Berry
Ketika pertama kali pindah ke Chichago, dia menghabiskan tabungannya dan meminta uang kepada ibunya. Namun, permintaan Halle ditolak ibunya. Akhirnya, dia tinggal di sebuah penampungan dan menjadi gelandangan.

"Seorang gadis harus melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Anda dapat melakukan hal itu ketika berusia 21 tahun karena tidak ingin pulang. Aku ingin orang tahun aku selalu membuat jalanku sendiri," jelasnya.

Kelly Clarkson
kelly clarkson

Kelly sangat terpukul ketika apartemen yang baru disinggahinya terbakar.
"Itu sangat berat untuk kami karena baru saja pindah kesini. Aku tahu tidak orang disni sehingga aku memutuskan tinggal di mobil keesokan harinya," katanya.

Carmen Electra

Carmen Electra Wallpapers HD

Ketika masih muda dan sedang merintis karier, uang Carmen dicuri pacarnya. Dia pun menjadi tunawisma yang hidup tanpa rumah. Dia berniat pulang ke kampung halamannya.

"Aku berpikir dalam hati, aku harus meneruskan jalanku ini atau aku kembali pulang," kata Carmen. Tak lama kemudian, Carmen membintangi Baywatch. (rik)

source  :http://www.jayjagoe.info/2011/12/artis-yang-dulunya-pernah-jadi.html

Kisah Orang Terkaya di Hongkong Yang dulunya Miskin

Lanjutan Kisah Orang Terkaya di Hongkong

Nah, ini lanjutan kisah orang sukses yang bermula dari nol. Li Ka Shing, Orang Terkaya di Hongkong, yang masuk 10 besar orang terkaya di Dunia. Buat yang belum baca artikel sebelumnya, silahkan baca di kisah pengusaha sukses ini. Di umur 15 tahun (seumur anak SMP), Li sudah harus bekerja keras selama 16 jam sehari sebagai seorang buruh di sebuah pabrik plastik. Nah, ia suatu hari ia melihat peluang besar di depan matanya (ehmm… ada banyak peluang besar lewat di depan mata, namun banyak orang terkadang tidak menyadarinya,  lihat caranya melihat peluang ).


Li mendapat akal untuk mengubah garis hidupnya. Ia melihat peluang besar untuk mengekspor bunga plastik ke negara barat. (Banyak orang terkadang berpikir rumit ketika ingin memulai usaha, ingin memulai dari usaha yang canggih, rumit, padahal yang sederhana itu bisa bikin sukses lebih mudah). Peluang ekspor bunga plastik ke negara barat ini dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, namun Li punya Visi bahwa usaha ini akan membuat hidupnya berubah.

Waktu itu tahun 1950-an, Dengan berbekal pinjaman modal dari relasi bisnis tempat dia bekerja (Ehmm.. tentunya kalo gak ada modal uang sendiri, ya modal kepercayaan donk…). Li memulai ekspor bunga plastiknya dan setelah berkembang ia mendirikan perusahaan dengan nama Cheung Kong Industries. Ia berhasil meraih banyak keuntungan dengan bisnis bunga plastik tersebut (Ehhmmm.. ternyata selain bunga uang, bunga plastik pun bisa mendatangkan uang juga ya… haha… tak ada yang tak mungkin, hanya pikiran sendirilah yang sering membatasi..).

Dengan berawal dari bisnis bunga plastik ini, Ia pun mengembangkan sayap ke bisnis lainnya mulai dari real estate hingga bisnis telekomunikasi dan sekarang ini ia termasuk ke dalam 10 besar orang terkaya di Dunia, termasuk dalam 4 besar orang Asia yang masuk dalam peringkat orang terkaya di Dunia. Kekayaannya sendiri ditaksir oleh Forbes senilai 16,5 Milyar US Dollar. (Woww…berapa Trilyun rupiah tuch…. Bunganya saja berapa tuch… haha… Dahsyat!! Hebatttttt!! Saya dan Anda pun Bisa Juga kan..)

Nah, dari cerita ini, kelihatan sekali bahwa Nasib Bisa Berubah Jauh, Bisa Berubah Drastis. Li terlahir dari keluarga miskin, masa remaja pun Miskin, umur 15 tahun bekerja 16 jam per hari, namun ketika ia memutuskan harus berubah, ia pun bisa, bahkan menembus daftar peringkat terkaya di dunia.
Bagaimana Pemirsa? orang-orang luar biasa…  Kalau Li Bisa, Saya dan Anda Juga Bisa!
Nantikan artikel berikutnya yang mengupas kisah sukses pengusaha dari India, satu lagi orang sukses yang berawal dari kemiskinan, yang bisa menembus 10 besar orang terkaya di dunia. Dan semua itu berasal dari Wirausaha.

Dan dari cerita itu nanti, akan terbuka mata dan wawasan kita semua (Anda dan Saya) bahwa negara kita punya potensi Raksasa untuk Wirausaha dan Bisnis.

Oke. Sampe Jumpa, Salam Hebat Luar Biasa dan Sukses Selalu!!

anak miskin dari jepang yang sukses diasuh neneknya

Nenek Hebat dari Saga/Saga No Gabai Bachan (佐賀のがばいばあちゃん)

 
Pasca jatuhnya bom atom di Hiroshima tahun 1945, dampak mengerikan peristiwa ini langsung terasa pada sebagian besar rakyatnya , tidak terkecuali  Akihiro dan keluarganya. Bukan hanya harus menghadapi himpitan ekonomi yang makin terpuruk tapi juga harus kehilangan sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarga akibat terpapar radiasi bom atom. Karena itulah, merasa tak sanggup untuk membesarkan Akihiro di Hiroshima maka oleh ibunya Akhiro lantas dititipkan pada neneknya di kota Saga yang terpencil.

Di Saga, Akihiro dan neneknya menjalani kehidupan yang terbilang sangat sederhana. Bermodalkan gaji sebagai petugas kebersihan dan uang titipan ibu Akihiro, mereka memenuhi kebutuhan sehari-sehari ditengah kondisi yang serba kekurangan. Pernah suatu ketika, Akihiro terlibat percakapan dengan neneknya mengenai makan malam mereka yang sangat sederhana hingga membuat hati terenyuh karenanya.


" Nek,dua-tiga hari ini,kita makan kok hanya nasi ya, tanpa lauk?"
Setelah aku berkata begitu sambil tertawa terbahak-bahak, nenekku menjawab,
" Besok nasi pun takkan ada kok."
Aku dan nenek hanya bertatapan mata,kemudian kembali terbahak bersama-sama. (prolog)

Walaupun hidup miskin, Nenek Osano bukan orang yang pantang menyerah dan bersedih pada keadaan. Ia punya ratusan ide yang mampu membuat realita hidup menjadi jungkir balik olehnya. Contohnya saja bagaimana Nenek Osano mendapatkan tambahan penghasilan dan lauk makanan dari hal yang tak terduga-duga. Paku yang sebelumnya dipandang sebagai benda kecil yang tak terperhatikan di jalanan menjadi ladang uang ditangan Nenek Osano melalui magnet yang tersampir dipinggangnya ketika berjalan. Begitupun juga arus sungai yang kerap dianggap tak berharga berubah menjadi supermarket rahasia yang bermanfaat bagi persedian makanan sehari hari.

“Sungguh sayang kalau kita sekedar berjalan. Padahal kalau kita berjalan sambil menarik magnet, lihat, begini menguntungkannya, kalau kita jual, sampah logam lumayan tinggi harganya. Benda yang jatuh pun kalau kita sia-siakan, bisa dapat tulah.” (hal 42)


Tidak hanya sampai disitu, ide neneknya  juga bekerja ketika Akihiro ingin memiliki aktivitas olahraga khusus yang dalam hal ini belajar Kendo. Karena berbentrokan dengan kondisi keuangan dan peralatan yang harus dibeli, Nenek Osano malah menyarankannya mengikuti olah raga lari. Hemat dan sehat juga,kan? Akihiro pun mengikuti anjuran neneknya hingga akhirnya ia pun menjadi atletik sekolah cabang lari yang juara setiap tahun.

Hal-hal itulah yang dilihat dan dialami oleh Akihiro--atau sekarang lebih dikenal dengan nama Yoshichi Shimada-- selama ia tinggal bersama neneknya bertahun-tahun silam. Dan melalui pengalaman demi pengalaman berharga itu jugalah, Akihiro akhirnya memutuskan mengabadikan kisah sang nenek melalui sebuah buku yang diterbitkan tahun 2001 oleh Tokuma Shouten. Kisah sederhana dan menyentuh di buku ini pun kemudian meledak dipasaran setelah penampilan perdanannya dalam sebuah acara talk show" Tetsuko no Heya" yang dibawakan Tetsuko Kuroyanagi (Totto Chan: Gadis Cilik di Jendela.).

Setelah sebelumnya membaca karya Totto Chan, ini adalah kali kedua aku membaca novel karangan Jepang yang juga mengangkat tema filosofi hidup yang memikat. Buku Saga no Gabai Bachan ini juga sama tipisnya dengan Totto Chan dan gampang dicerna karena bahasanya lugas (salut untuk penerjemah Indah S Pratidina yang bekerjasama dengan Prof. Mikihiro Moriyama  sehingga menghasilkan kualitas terjemahan yang bagus)  Lalu ada ilustrasi kecil disetiap akhir bab dan sisipan bonus quote Nenek Osano  di halaman akhir yang terkadang bermakna  nyeleneh tapi memang benar adanya.

So, kalau kamu pengen bacaan bermutu,ringan, dan berharga untuk dikoleksi, novel ini bisa menjadi salah satu kandidat terbaik dalam hunian rak bukumu.

=================

Judul : Saga no Gabai Bachan/ Nenek Hebat Dari Saga
Penulis : Yoshichi Shimada
Penerjemah: Indah S Pratidina- Prof Mikihiro Moriyama
Penerbit: Kansha Books
Terbit : @2011
ISBN : 978-602-97196-2-8
Tebal : 264 hal

Read more: http://miss-bibliophile.blogspot.com/2011/08/nenek-hebat-dari-sagasaga-no-gabai.html#ixzz1hbccuCPB

source :http://miss-bibliophile.blogspot.com/2011/08/nenek-hebat-dari-sagasaga-no-gabai.html

Buku motivasi "Saga No Gabai Bachan"

tentang seorang anak yatim dari jepang yang akhirnya sukses

 

Saga No Gabai Bachan

 

Saga No Gabai Bachan/ Yoshichi Shimada/ Kansha Book/ 2011/ Literatur/ Bahasa Indonesia/ 261 hlm.
Suatu hari saat makan malam.
“Nek, dua-tiga hari ini, kita makan kok hanya nasi ya, tanpa lauk?”
Setelah aku berkata begitu, sambil tertawa terbahak-bahak, nenekku menjawab, “Besok nasi pun takkan ada kok.”
Aku dan Nenek hanya bertatapan mata, kemudian kembali terbahak bersama.
Saya sering mengintip halaman pertama suatu buku untuk ‘get the feeling’ tentang buku itu. Membaca cuplikan kalimat pertama dari prolog di buku Saga no Gabai Bachan di atas ini, saya tahu akan mendapatkan bacaan yang berkesan. Saya jadi tersenyum sendiri membayangkan situasi di meja makan tersebut, walau ada juga rasa miris yang menyelinap. Buku ini sarat dengan keharuan yang disampaikan dengan cerita yang lucu dan bahasa yang sangat sederhana, dari sudut pandang Akihiro, seorang bocah berusia 9 tahun.


Akihiro kehilangan ayahnya saat bom Hiroshima, dan demi keamanan, terpaksa tinggal terpisah dari  ibunya, yang harus tetap bekerja di kota itu, untuk tinggal bersama neneknya di desa kecil Saga. Kehidupannya bersama sang nenek tergolong prihatin dan sangat sederhana, namun dengan situasi itu toh mereka selalu punya hal untuk dijalani dengan penuh tawa. Akihiro tetap bisa bersekolah dengan riang dan percaya diri, bahkan berprestasi, dan dengan akal cemerlang sang nenek, mereka mengatasi kondisi kekurangan yang mereka hadapi sehari-hari. Dengan filosofinya yang sederhana, sang nenek mengajarkan bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang, tapi ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.


Sepanjang membaca buku ini, saya jadi tersenyum atas kepolosan Akihiro dan kelucuan ide sang nenek, sekaligus terharu justru karena kesederhanaan itu. Betapa sederhana sebenarnya ‘syarat’ untuk menjadi bahagia, itupun jika kebahagiaan membutuhkan syarat. Beberapa adegan bahkan berhasil membuat saya berkaca-kaca, yang membuat saya ingin memeluk Akihiro. Tapi dengan cepat pula adegan lucu hadir, yang membuat saya ingin tersenyum kembali. Bagaimana kelanjutan nasib Akihiro di Saga, dan apakah ia akan berkumpul kembali dengan ibunya dan meninggalkan Saga serta neneknya?


Kisah yang sederhana, manis, dan begitu berkesan, berasal dari pengalaman pribadi sang penulis, yang begitu bangga akan neneknya yang berasal dari desa kecil Saga.
Tertawalah saat orang terjatuh. Tertawalah saat diri sendiri terjatuh. Bagaimanapun semua orang memang lucu. (salah satu tips hidup menyenangkan dari sang nenek)

sumber :http://mademelani.wordpress.com/2011/08/14/saga-no-gabai-bachan/

Miskin tapi Kaya, Sukses, dan Berprestasi

Miskin Tapi Berprestasi

Dalam sebuah proses perjalanan hidup,kita terkadang dilahirkan dari keluarga kurang mampu & keluarga mampu.Tapi banyak yang mengeluh ketika,kita dilahirkan dari kelurga kurang mampu.Tapi sebenarny,inilah adalah takdir yang sudah digariskan Tuhan supaya kita bisa menmjadi manusia yang jauh lebih baik walaupun dengan keadaan yang kurang mampu.Karena sesungguhnya kita percaya bahwa tuhan punya rencana yang jauh lebih baik,untuk kita di nantinya.

Tapi pernahkah,kita berfikir sebenarnya mau miskin atau kaya yang terpenting adalah kualitas & kwintitas semasa mereka hidup.Hal ini dibuktikan,dalam semangat anak indonesia saat ini.Miskin bukan suatu halangan untuk mereka berprestasi dilingkungannya,seperti beberapa tokoh yang terlahir dami keluarga miskin tapi punya prestasi segudang :

1. Julianna Sutanto ( Assisten Profesor University ETH Zurich Swiss )
2. Dr.Jonny Setiawan ( Atrofisika German )
3. Dr.Merlyana Lim ( Dosen University Arizona Amerika )
4. Iwan Setiwan ( Mantan Direktur Utama PT.Nielseen Amerika )
5. Warsio Purwo Taruno ( Ahli Tomografi Dunia )
6. Dr.Mulyoto ( Dosen University Monash Australia )

Mereka semua menepis,kepada dunia tentang sebuah ucapan remeh yang memvonis orang miskin tidak bisa berprestasi.Disinilah sebuah kepuasan batin,karena mereka susdah membuktkan kepada orang yang telah meremehkan mereka dahulu sewaktu miskin.Inilah bentuk dendam,yang disalurkan untuk hal yang positif yang membanu kita menjadi manusia yang jauh lebih baik di masa depan.

Yang terpenting adalah niat untuk maju,karena orang yang terlahirkan dari keluarga kaya belum tentu pasti bisa menjadi manusia yang berkualitas dalam segi prestasi di dalam perjalanan hidupnya.


sumber :http://arsavin666.blogspot.com/2011/07/miskin-tapi-berprestasi_02.html

Anak Miskin Berprestasi dan Sukses di indonesia

artikel ini saya repost dari program talkshow kick andy untuk memotivasi anak-anak di Indonesia :)

untuk lebih jelasnya anda bisa buka langsung websitenya di kickandy.comJumat, 23 Desember 2011 21:30:00 WIB
BERPRESTASI DI TENGAH KETERBATASAN
 
 
kick andy 
 
 
Betulkah anak yang lahir dari keluarga miskin tidak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu? Betulkah mereka tidak berhak untuk menggapai sukses dalam kehidupan mereka?
Hari ini Kick Andy mengajak Anda untuk bersama-sama mengikuti kisah anak-anak dari keluarga 
 miskin yang mampu meraih prestasi membanggakan, bahkan mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Kisah pertama datang dari Papua. Empat anak Papua yaitu Albertina Beanal (12), Demira Yikwa (11), Kohoin Marandey (12) dan Christian Murid (12) berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia .

Albertina,Demira dan Kohoin Marandey berhasil menciptakan dan memenangkan lomba sains dan matematika di Jakarta baru-baru ini. Mereka menciptakan Robot Pendeteksi Tsunami. Sementara Christian Murid meraih medali emas pada lomba matematika dan sains tingkat SD se-Asia. Padahal keempat anak itu awalnya adalah anak yang tinggal di pedalaman Papua dan dipilih karena dianggap paling bodoh. Namun, setelah dilatih dan belajar tekun dibawah pengawasan Profesor Yohanes Surya mereka berhasil mengerti tentang fisika dan matematika. Padahal ketika datang ke Jakarta pertama kali mereka tidak bisa berhitung.


Sementara bagi Gusnadi Wiyoga (15), kondisi perekonomian orangtua yang kekurangan tidak membuatnya patah semangat untuk berprestasi. Gusnadi yang saat ini bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang, adalah anak seorang tukang sol sepatu. Sejak duduk di bangku SD, Gusnadi memang sudah tergolong encer otaknya, terutama di bidang fisika dan matematika. Bahkan dia sudah mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi matematika dan fisika, baik di tingkat nasional dan internasional. Gusnadi berhasil menyabet medali emas pada lomba sains dan mathematic di Jakarta pada 2007. Pada 2009 meraih medali perak di Filipina.
Sementara olokan teman-temanya yang mengatakan ia hanya punya satu tangan ternyata memacu dia untuk giat belajar. Walau ayahnya yang hanya seorang guru SD dan Ibunya seorang tukang jahit, malah melecut seorang Lutfi Mu’awan (18) untuk tekun belajar.


Lutfi yang berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah itu adalah peraih medali perak di International Conference of Young Scientist di Rusia bulan April lalu. Prestasi Lutfi itu menambah deretan penghargaan dan medali yang telah ia raih baik di ajang olimpiade sains  baik yang digelar di dalam dan luar negeri. Lutfi yang tangan kirinya memakai tangan palsu itu kini tengah menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung.


Dan, apa yang dialami Agung Bakhtiyar (24) ini mungkin tergolong luar biasa. Pemuda asal Yogyakarta itu berhasil meraih gelar dokter dari Universitas Gajah Mada. Yang membuat Agung tergolong istimewa adalah karena ia bukan anak orang berada. Ayah Agung, Suyatno adalah seorang penarik becak. Sedangkan ibunya, Saniya adalah pedagang rongsokan, atau barang-barang bekas. Agung yang kini mengabdi di RSUD Wates Yogyakarta mengaku, semasa kuliah adalah masa penuh perjuangan dan penderitaan. “Saya sering menyalin buku-buku itu dengan tulisan tangan. Juga saya meminjam laptop teman untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah,” ujar Agung yang mengaku terpaksa melakukan itu karena tidak punya uang.
Apa yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia yang tidak mampu itu tentu sangat membanggakan. Melalui kisah perjuangan anak-anak di atas semakin membuat kita yakin, bahwa tidak betul anak orang miskin tidak bisa dan tidak berhak bersekolah yang lebih baik. Yang ada adalah, mereka belum mendapatkan kesempatan.


source:www.kickandy.com