Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 April 2011

CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008. Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia. Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia. Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional. Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana. Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan. Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge. Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural. Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis. Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari. Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain. Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan. Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya. Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008. Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia. Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia. Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional. Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana. Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan. Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge. Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural. Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis. Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari. Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain. Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan. Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya. Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008. Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia. Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia. Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional. Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana. Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan. Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge. Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural. Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis. Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari. Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain. Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan. Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya. Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008. Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia. Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia. Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional. Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana. Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan. Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge. Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural. Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis. Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari. Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain. Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan. Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya. Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.

CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia

Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008.

Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia.

Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional.


Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana.


Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan.

Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge.


Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural.


Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis.


Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari.


Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain.


Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan.


Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya.


Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia

Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008.

Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia.

Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional.


Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana.


Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan.

Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge.


Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural.


Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis.


Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari.


Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain.


Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan.


Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya.


Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.

CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia

CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia

Siapapun yang sudah pernah ke Penang akan jatuh cinta pada pesona, pemandangan kota, rasa dan aroma di Kota Tua Georgetown, kawasan kota tua yang menjadi Situs Warisan Budaya UNESCO pada 2008.

Berjalan mengelilingi Georgetown berarti mengelilingi sejarah berusia 200 tahun — sebuah koleksi eklektik berisi bangunan tua dalam berbagai gaya, dari art deco sampai Cina Klasik, dari masjid sampai kuil Buddha, vila kolonial Inggris sampai arsitektur bergaya Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Dan makanannya yang sangat tenar! Malaysia Tradisional, Cina, dan hidangan India semua ditawarkan di sini, termasuk juga hidangan campuran seperti Baba Nyonya, yang memadukan bahan-bahan lokal regional dengan gaya memasak Cina dan Malaysia.

Di Georgetown, kios makanan pinggir jalan yang menawarkan jajanan lokal paling segar dan menggiurkan terselip di antara tatanan arsitektur, seni serta budaya tradisional.


Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana.


Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan.

Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge.


Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural.


Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis.


Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari.


Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain.


Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan.


Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya.


Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.

Kamis, 07 April 2011

makanan terfavorit di Cina

Dim sum


Dim sum (yang arti sebenarnya: "menyentuh hati") adalah sebuah pilihan hidangan Cina yang terdiri dari berbagai makanan ringan. Biasa disajikan sebelum tengah hari, dim sum dinikmati bersama teh (yum cha), dan jadi bagian besar dari hidangan Asia. Tak heran, Anda bisa menemukan banyak restoran yang menyajikan dim sum sepanjang hari. Dim sum biasanya dikukus, dipanggang atau digoreng, dan dihidangkan dalam wadah bambu. Berikut ini petunjuk akan beberapa hidangan dim sum yang populer.

Siew Mai

Photo Credits - avlxyzHar Gau (lihat gambarnya di bawah ini) dan siew mai (siomay) adalah kombinasi hidangan dim sum yang paling populer. Berkali-kali memakan dim sum, saya selalu memesan keduanya. Inilah dua hal pertama yang akan dipesan oleh ayah saya saat memakan dim sum. Jadi saat kami memikirkan mau makan apa lagi, kami melakukannya sambil mengunyah makanan nikmat ini. Siew mai asli Kanton biasanya terbuat dari daging babi dan jamur, tapi kini Anda bisa menemukan berbagai jenis siew mai sesuai keinginan Anda.

Har Gau

Kredit foto - Nate RobertSaya lebih suka Har Gau (kukusan udang) dibanding siew mai. Kulit har gau — yang lebih tipis dan transparan — membungkus udang yang segar dan gendut sehingga membentuk kantong. Biasanya dicelup di campuran kecap, cuka beras bahkan kombinasi mayones dan sambal. Makanan ini mudah jadi favorit, jadi pastikan Anda memesan cukup banyak supaya masing-masing bisa kebagian.

Cheong Fun

Kredit foto - WendaliciousMakanan ini berupa gulungan mi beras tipis yang diisi daging, sayur dan berbagai bahan lain. Sebelum disajikan, gulungan ini akan dipotong menjadi beberapa bagian dan sesendok kecap akan dituang di atasnya. Hidangan ini hadir dengan berbagai jenis daging, seperti udang, sapi, char siew, dan youtiao (stik roti goreng Cina), ayam atau ikan. Favorit saya adalah cheong fun dengan youtiao, youtiao goreng renyah yang dibungkus mie tipis akan meleleh di mulut berkat campuran kecap.

Bao

Kredit foto - avlxyzTipe bao yang paling populer adalah char siew bao, yang artinya bakpao babi panggang. Ini adalah roti lembut bertekstur unik, yang diisi char siew di tengahnya. Char siew adalah tenderloin babi yang dipanggang perlahan sampai rasanya lembut dan manis, yang pas dengan roti empuk di luarnya. Meski char siew bao adalah hidangan dim sum populer, saya tidak terlalu menyukainya. Rasanya sih enak,tapi ini sangat mengenyangkan. Saya lebih memilih tidak makan char siew bao sehingga bisa makan dim sum lain lebih banyak.

Kue Daikon & Taro

Kredit foto - avlxyzIni satu lagi pasangan populer saat memesan dim sum. Dua-duanya terlihat mirip, biasanya dipotong kotak dan digoreng sebelum disajikan. Renyah di luar, tapi lembut di dalam. Kue Daikon terbuat dari parutan lobak dan tepung sementara Kue Taro terbuat dari talas.

Dan Tat

Kredit foto - avlxyzDan Tat (Egg Tart) adalah versi Kanton dari tart telur dan vla yang populer di berbagai belahan dunia. Kue ini awalnya ditawarkan untuk bersaing dengan restoran dim sum, tapi ironisnya kue ini justru menjadi bagian dari pengalaman makan dim sum. Banyak variasi yang tersedia, termasuk tart putih telur, tart susu, tart madu-telur dan tart sarang burung.

Jin Dui

Kredit foto - Charles HaynesJin Dui (Bola Wijen) adalah roti goreng berbentuk bola yang luarnya dilapisi biji wijen, sehingga renyah dan kenyal. Roti ini biasanya diisi pasta lotus, kacang merah dan kacang hitam. Tetapi zaman modern ini, jin dui juga diisi cokelat dan bahkan durian.

Chun Juan

Kredit foto - avlxyzIni bukanlah sajian dim sum yang khas, karena mudah Anda temukan di berbagai negara dengan macam berbeda. Meski begitu, jenis gorengan yang bisa Anda temukan di restoran dim sum biasanya diisi macam-macam daging.

Fu Pi Quan

Kredit foto - avlxyzMakanan ini mirip lumpia, tapi perbedaannya, lapisan luarnya terbuat dari kulit tahu. Sama seperti lumpia, ada versi goreng dan rebus dengan berbagai jenis isian daging di dalamnya.

Fung Jeow

Kredit foto - avlxyz"Ekor Phoenix" adalah nama mewah makanan ini, nama awamnya adalah ceker ayam. Kaki ayam ini pertama-tama akan digoreng kering atau direbus sehingga menggembung, lalu dikukus dan direndam dalam saus kacang hitam. Hasilnya adalah hidangan yang lembap, lembut dan penuh rasa, meski berisi banyak tulang kecil.

Lo Mai Gai

Kredit foto - Jason LamTerjemahannya cukup panjang: nasi ketan kukus dibungkus daun lotus. Nasi ketan ini akan diisi daging ayam atau berbagai sayuran lainnya, yang kemudian akan dibungkus daun lotus lalu dikukus. Hidangan ini gurih dan penuh rasa, aroma daun lotus dan ayam meleleh ke nasi ketan. Dim sum favorit saya.

Jelly Almond

Kredit foto - jetaloneHidangan penutup ini awam ditemukan dan terbuat dari almond Cina yang manis. Ekstrak susu almond dimaniskan lalu dipanaskan dengan medium agar-agar. Setelah didinginkan, hasilnya adalah puding seperti tahu yang rasanya almond manis.

Puding Mangga

Kredit foto - avlxyzInilah hidangan penutup favorit saya: puding mangga. Puding yang sempurna, bertekstur halus seperti sutera, kaya rasa dan menyegarkan. Sebuah cara sempurna untuk mengakhiri pesta dim sum Anda. 


source :http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/84-panduan-singkat-mengenali-dim-sum?cid=today