Tampilkan postingan dengan label Mie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mie. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Maret 2011

Asal Mula Dan Penemu Mie Instant

Asal Mula Dan Penemu Mie Instant

Ditulis oleh Nenglya pada 03 Oct, 2010 | Kategori: Tahukah Kamu?
Mi InstanBarang kali kita pantas berterima kasih kepada Mamofuku Ando, orang Jepang kelahiran Chiayi, Taiwan, 5 Maret 1910
Berkat kerja keras dan jerih payahnya kita sekarang bisa menikmati kelezatan mie instan. Makanan cepat saji dengan banyak penggemar, yang masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an.
Begini ceritanya…
Ditinggal orang tuanya, Ando yang berumur 3 tahun harus membantu neneknya mengurus rumah. Balita ingusan itupun mesti menjaga toko. Belum lagi harus mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia jadi pintar masak-memasak, tapi sebaliknya sekolahnya terlantar.
Beranjak remaja dan dewasa, ia berkeinginan mejadi pedagang. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju.
Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai. Ia lulus program magister ekonomi Universitas Ritsumeikan pada tahun 1934 dan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa diterimanya dari universitas yang sama pada tahun 1994.
Namun kemudian ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat. Ia lantas dijebloskan ke penjara. Setelah 2 tahun hidup di penjara, ia pun dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal adalah rumah.
Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.
Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu di Osaka, pikiran Ando terbuka. Mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie.
Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit mengolahnya.
Ide itu terus dipikirkannya. Cuma ia tidak mau membikin mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie bentuk lain yang enak, lebih cepat dan mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.
Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instant di halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.
Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata semuanya ludes hari itu juga. Waktu itu tahun 1958.
Halaman rumahnya tak cukup menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dibantu keluarganya.
Sejak itu perusahaan-perusahaan besar terus menerus ingin menjadi penyalur mie instannya.
Desember 1958, Ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000m2.
Ia menerima penghargaan Ordo Matahari Terbit Kelas II dari Pemerintah Jepang. Chicken Ramen dan Cup Noodles adalah produk-produk ciptaannya.
Tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.
Meski mie instant laris manis, Ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Bahkan ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya ke luar negeri.
Untuk melihat semua kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. Di sana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah dan memakai piring, dan menyeruput mie dianggap tidak sopan.
Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai dan kertas almunium sebagai wadah kedap udara.
Ando pun mendapat ilham membuat mie instant dalam wadah berbahan stereofoam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal. Disediakan pula garpu untuk memakannya.
Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo.
Gedung itu disebut pula ISTANA MIE karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.
Mamofuku Ando meninggal di Ikeda, Osaka, 5 Januari 2007 pada umur 96 tahun. Meninggal dunia karena gagal jantung di Rumah Sakit Kota Ikeda, Prefektur Osaka
Peringatan 100 tahun kelahiran Momofuku Ando dirayakan pada 5 Maret 2010. Acara spesial berjudul Instant Ramen Hatsumei Monogatari : Ando Momofuku-den (Kisah Penemuan Mi Instan: Biografi Momofuku Ando) ditayangkan secara nasional oleh Tokyo Broadcasting System.
Dalam film dokumenter ini, Momofuku Ando diperankan oleh Ry?ji Harada, narasi oleh Kazuo Tokumitsu dan Miki Takai.
Prinsip utama dari darinya adalah, “Dunia damai kalau semua orang cukup makan”, “Makan yang benar membuatmu cantik dan sehat”, dan “Produksi makanan adalah melayani rakyat”. Ketiga butir prinsip tersebut dijadikan prinsip dasar kegiatan bisnis dan pengembangan produk Nissin Foods.




source : http://gugling.com/asal-mula-dan-penemu-mie-instant.html

Wafatnya penemu Mie Instan

Wafatnya penemu Mie Instan






mie instan..hem siapa yang tak mengenalnya..semua kalangan masyarakat dari berbagai strata sosial pasti pernah mencicipinya,hanya dengan bermodal Rp1500 kita sudah bisa menikmati berbagai rasa yang menggugah selera mulai dari soto ayam,kare ayam,ayam bawang dan sebagainya.namun tahu kah anda siapa penemu makanan rakyat tersebut.. Banyak penggemar mi instan di seluruh dunia mungkin tidak tahu siapa itu Momofuku Ando. Namun, pria sepuh asal Jepang tersebut berjasa memperkenalkan mi instan, yang kini termasuk makanan favorit di muka bumi. Sejak Jumat (5/1) lalu, Ando sudah pergi meninggalkan dunia dalam usia 96 tahun. Menurut Nissin Food Products Co, Ando wafat akibat sakit jantung yang sudah parah.Nissin merupakan perusahaan makanan yang dibuat Ando tahun 1948 dan kini sudah mengeruk laba miliaran dolar Amerika di penjuru dunia.

Wafatnya Ando tak pelak mengundang perhatian besar dari hampir semua kalangan media massa di Jepang yang menyediakan kolom khusus mengenai hidupnya akhir pekan lalu.Surat kabar terkemuka Jepang, Asahi Shimbun, misalnya memuji peran Ando dalam memperkenalkan “mi instan ke dunia dan ke luar angkasa.” Harian terbesar Jepang, Yomiuri Shimbun, mengungkapkan bahwa Ando memulai produksi mi instan dari nol, namun kini sudah tumbuh berkembang menjadi konsumsi massal.Ando merupakan wiraswasta yang lahir di Taiwan saat pendudukan Jepang pada tahun 1910. Awalnya dia mengelola bisnis pakaian jadi di Taipei dan Osaka saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Ritsumeikan, Kyoto. Namun, Ando akhinya berkonsentrasi di bisnis makanan dengan mendirikan Nissin.Produk pertama Nissin adalah “Mi Ayam”, yang merupakan produk mi instan pertama pada tahun 1958. Mi instan rasa daging ayam tersebut dapat siap dalam waktu beberapa menit hanya dengan diseduh air panas di dalam mangkuk tertutup. Produk ciptaan Ando tersebut lahir saat bisnisnya tengah morat-marit.

Antrean Panjang
Dalam biografinya, Ando mengungkapkan bahwa dia terinspirasi menciptakan produk mi instan saat melihat antrean panjang para pembeli kedai mi kuah di suatu pasar.
Penjualan mi instan ayam buatan Nissin melonjak pesat setelah perusahaan dagang Mitsubishi Corp, dibentuk pada tahun 1959 untuk mempromosikan produk tersebut bersamaan mulai bangkitnya Jepang sebagai negara industri.Tahun 1971, Nissin menciptakan produk baru, yaitu “Cup Noodle”, yaitu mi instan kering yang dibungkus dalam kotak yang tahan panas sehingga bisa dinikmati konsumen di mana saja. (ant/afp/ren)

Copyright © Sinar Harapan 2003